BAB IPENDAHULUAN1.1LATAR BELAKANG

PAUD dibentuk dengan pertimbangan bahwa masyarakat Indonesia dewasa inisedang berada dalam kondisi moral dan mentalitas yang memprihatinkan, yang menjadiakar dari kompleksitas persoalan bangsa. Perbaikan terhadap kondisi moral danmentalitas kolektif bangsa Indonesia perlu dilakukan melalui pendidikan bagi generasi penerus sejak usia dini. Karena itu, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini mejadisuatu keharusan dalam upaya mempersiapkan generasi penerus yang dapat membawakehidupan bangsa ke arah perbaikan yang bermatabat.Masyarakat sendiri sudah tampak menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini.Hal ini terlihat dari berkembang pesatnya lembaga-lembaga pendidikan bagi anak-anak usia balita seperti kelompok bermain (play group),taman kanak-kanak dan sekolahdasar, baik yang dikelola yayasan maupun berbagai lembaga keagamaan. Pendidikananak usia dini sendiri tidak ditekankan semata kepada pemberian stimulus pengayaan pengetahuan anak, tetapi lebih diarahkan kepada pengembangan potensi dan dayakreatifitas anak, dan yang sangat penting adalah pada pembentukan sikap mental dankepribadian anak yang berlandaskan pada nilai-nilai ajaran agama. Hal itu semua akanmenjadi pondasi bagi perkembangan watak dan kepribadian anak sampai merekadewasa dan siap menjalankan berbagai peran kemanusiaan.Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakangenerasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal inimelalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) di atur dengan jelas dalam UU No.20 Th2003 tentang Sisdiknas sebagai jenjang pendidikan dan jalur pendidikan. Sebagai jenjang pendidikan PAUD merupakan pendidikan yang diselenggarakan sebelum pendidikan dasar sembilan tahun. Hal tersebut bertujuan menyiapkan anak-anak usiadini siap memasuki jalur pendidikan dasar selanjutnya dengan bekal kesiapan mentaldan emosional serta aspek-aspek lain dalam diri anak untuk menerima beban mate

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s