Prof Dr H Bomer Pasaribu, MSi mendapat tugas di Denmark dan Lithuania sebagai Duta Besar Indonesia

Medan | Lapan Online
Prof Dr H Bomer Pasaribu, MSi mendapat tugas di Denmark dan Lithuania sebagai Duta Besar Indonesia. “Saya bahagia sekali ditugaskan saat era kebangkitan Indonesia dan saat ini seharusnya saya sudah pensiun tapi masih diberi kepercayaan oleh negara,” ujar abang sulung H Gus Irawan Pasaribu, Dirut Bank Sumut ini penuh haru di kediaman adiknya H Panusunan Pasaribu di Medan, Sabtu (25/2).
Pamitan tersebut dilaksanakan Prof Dr H Bomer Pasaribu, MSi karena katanya, banyak keluarga yang menanyakan keberadaan saya dan atas masukan dari semua, juga perasaan saya sendiri yang kurang sreg karena tidak pamitan, maka saya melaksanakan acara hari ini. Apalagi masa bakti di sana mencapai 3 tahun dan bahkan bisa lebih jika pengganti kita belum didapatkan, mengingat tidak mudahnya DPR meloloskan seseorang menjadi Duta Besar,” jelas Bomer Pasaribu gelar Patuan Satya Raja yang juga Ketua Yayasan H Hasan Pinayungan Pasaribu itu.
Menurutnya, adat ketimuran yang kental disertai kepatuhan atas pesan dan amanah dari orangtua untuk saling menghormati dan selalu menjalin silaturahmi terhadap sesama, membuat putera Sumatera Utara, Prof Dr H Bomer Pasaribu, MSi datang khusus ke Medan untuk berpamitan pada keluarga besar dan seluruh sahabat dan handai tolan.
Dipastikan, Jum’at (9/02) mendatang, politisi senior itu akan mengikuti upacara resmi kenegaraan sebagai tanda keberadaannya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark juga untuk Lithuania.
Berbicara mengenai keluarga, Bomer, anak tertua dari 7 bersaudara menyatakan bahwa mereka adalah keluarga yang selalu berusaha menerima dan mengamalkan semua ajaran dari orangtua. “Dalam keluarga kami saling mendukung dan sangat demokratis,” jelas Bomer Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid yang mendapat tugas baru dari Presiden SBY sebagai Duta Besar Republik Indonesia berkuasa penuh untuk Kerajaan Denmark dan Republik Lithuania per 1 Pebruari lalu. Karena waktu yang demikian singkat sehingga Bomer bersama keluarga langsung berangkat ke Kopenhagen untuk melaksanakan tugas barunya.
.
Menurut Bomer dia merupakan anak sulung dengan enam adiknya, H Panusunan Pasaribu (Majelis Wali Amanat USU, Ketua Yayasan PRSU, mantan Bupati Tapteng), H Ibrahim Pasaribu (Baker Indonesia), H Syahrul M Pasaribu (Bupati Tapsel), Hj Lisliwati Pasaribu (Guru, PNS di Padang Sidempuan), H Gus Irawan Pasaribu (Dirut Bank Sumut) dan Jon Sujani Pasaribu (Pemimpin Divisi BNI Syariah).
“Keberhasilan kami ,sangat ditentukan pendidikan dalam keluarga dimana orang tua, H Hasan Pinayungan Pasaribu dan Halimah Pakpahan, semasa hidupnya memberi pengajaran untuk terus berbuat baik dan itulah yang menjadi alasan dibentuknya Yayasan H Hasan Pinayungan,” jelas Prof Dr H Bomer Pasaribu, MSi .
Lebih lanjut dikatakannya, sepeninggalnya ke Denmark, H Panusunan akan menjadi pembimbing dalam melaksanakan semua program yayasan. Kepada adiknya, Syahrul, ia berpesan agar terus berbuat baik. Sedangkan khusus pada adiknya Gus Irawan, Bomer terlihat penuh haru. “Gus, kamu sangat beruntung. Akhiri dengan baik (masa tugasmu), paripurna. Saya bangga dengan adik saya ini,” katanya.
Dalam kesempatan yang terlihat ramai dihadiri para rekan, sahabat, kerabat dan pejabat pemerintahan, partai politik, organisasi kepemudaan serta kalangan pers itu, ia juga menjelaskan pihaknya sudah berkordinasi dengan 16 Pejabat Tinggi Negara termasuk beberapa Menteri dan Wakil Menteri terkait program kerjanya di sana. Bahkan beberapa rapat untuk merealisasikannya sudah diagendakan sesampainya Guru Besar IPB ini di Kopenhagen.
“Saya sudah membicarakan dengan Menteri Perdagangan dan Pertanian untuk mensukseskan CPO tembus ke negara Skandinavia,” ujarnya. Penjajakan kerjasama berbagai bidang termasuk ekonomi, investasi, kesehatan dan pendidikan juga akan dilakukannya.
Salah satu yang tengah dinegosiasikan adalah kerjasama dengan penghasil insulin terbaik di dunia, mengingat hasil penelitian yang menyebutkan akan terjadi ledakan Penyakit Diabetes dan Indonesia saat ini merupakan peringkat empat dunia jumlah penderita Diabetes.
Secara khusus diusulkannya pula pada Walikota Medan dan Walikota Sibolga agar melaksanakan Sister City dengan beberapa kota yang sudah maju di Denmark dan Lithuania. Dengan demikian dapat melaksanakan kegiatan promosi, seni dan budaya Sumut di sana. Hal tersebut disambut baik Walikota Medan, Rahudman yang hadir pada kesempatan tersebut.
Tampak hadir dalam acara tersebut Kajatisu, Kajati Aceh, Anggota DPD, Walikota Medan, Walikota Tanjung Balai, Bupati Samosir, Wakil Bupati Sergai, Wakil Bupati Taput, Wakil Bupati Sibolga, Ketua KPU Sumut, Ketua PB Wushu Indonesia Master Supandi Kusuma, kalangan Parpol, organisasi kepemudaan, pengurus KONI, DPRD Sumut/Medan, beberapa Rektor dan undangan lainnya. (barmen)

Pos ini dipublikasikan di Berita Kota. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s